Kecap 'Sari Murni', Kecap Manis dari Sirnoboyo

Lukman Rohmani 01 November 2018 23:01:18 WIB

WARTA SIRNOBOYO | Jum'at, 2 Nopember 2018. Siapa yang tak kenal dengan kecap? Pastilah semua orang kenal. Kecap merupakan salah satu pelengkap makanan asli Indonesia.

Mendengar namanya saja, sudah bisa membayangan bagaimana bentuk dan warnanya. Hitam, manis dan kental. Itulah rasanya.

Liputan WARTA SIRNOBOYO kali ini akan mengungkap kiprah industri rumah tangga yang berfokus pada kecap. Namanya Kecap Sari Murni. Usaha keluarga ini berlokasi di lingkungan Winongan RT 04, RW 02 Dusun Suruhan, Desa Sirnoboyo, Kabupaten Pacitan.

Berdiri sejak tahun 1992, Sari Murni berhasil bertahan hingga sekarang. Ia mempunyai konsumen yang militan. Tidak mau pindah ke merek yang lain.

Usaha ini untuk pertama kalinya dirintis oleh Sukatmi (Alm). Resep rahasia keluarga ini kemudian diteruskan oleh menantunya, Tumini.

Omset yang kian meningkat, membuat Sari Murni harus rekrutmen tenaga kerja. Kini, Tumini sudah tidak sendiri lagi. Ada 5 (lima) orang karyawan yang membantunya.

Dalam satu kali produksi, Sari Murni mampu menghasilkan sekitar 330 botol dalam ukuran 600 ml dan 350 ml. Area pemasarannya meliputi beberapa daerah di Kabupaten Pacitan. Diantaranya, Pacitan kota, Tulakan, Ngadirojo, Arjosari, hingga Tegalombo.

Pada kesempatan itu, pemilik usaha menjelaskan bahan dan proses membuat kecap manis yang diproduksinya. Diantaranya: gula kelapa, kedelai putih atau hitam, bawang putih, ketumbar, lengkuas, jahe emprit, daun salam, garam , dan peka.

Prosesnya pembuatannya dibagi menjadi dua tahap. Yakni proses persiapan bahan-bahan dan proses pemasakan.

Proses perisapan bahan meliputi: pertama, gula, lengkuas dan jahe diiris kecil-kecil. Setelah itu, kedelai difermentasi. Peka dan ketumbar disangrai kemudian ditumbuk halus. Selanjutnya, bawang putih dan kedelai yang sudah difermentasi ditumbuk halus.

Pada proses pemasakan, meliputi: Gula dan bumbu dimasukkan kedalam panci dan diberi air secukupnya, kemudian dimasak sampai mendidih tua. Setelah mendidih kemudian disaring menggunakan kain kasa dan dimasukkan dalam wadah penampungan. Sebelum dimasukkan dalam botol, kecap yang ditaruh dalam wadah penampungan didinginkan minimal 24 jam.Setelah menunggu 24 jam, kecap dimasukkan dalam botol yang sudah diberi label kemasan dan tutup disegel. Dan kecap manis siap untuk dipasarkan.

“Kendala yang kami hadapi seperti saat kemaru panjang. Pasokan gula kelapa agak sulit. Akibatnya berimbas pada jumlah produksi kecap”, ucap Suparno saat disinggung terkait kendala selama produksi.

Kecap Sari Murni memiliki cita rasa yang berbeda. Karena tidak menggunakan bahan pengental, pewarna ataupun bahan pengawet, maka aman dikonsumsi oleh siapa saja. Kecap ini sudah memiliki ijin P-IRIT dan sertifikasi halal dari MUI. 

Karena tidak menggunakan bahan pengawet, kecap Sari Murni hanya bertahan sekitar 6 bulan setelah diproduksi.

“Biasanya, tidak sampai 6 bulan kecapnya sudah habis, jadi kecap masih keadaan baik” ucap Suparno.

Memang masih kurang lengkap kalau makan tanpa ada kecap. JIka ada tambahan kecap, makan makin lahap dan terasa nikmat.

Komentar atas Kecap 'Sari Murni', Kecap Manis dari Sirnoboyo

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Lokasi Sirnoboyo

tampilkan dalam peta lebih besar