Peta Jalur Evakuasi, Cara Awal Antisipasi Resiko Tsunami

MB, DA 17 Oktober 2018 10:51:21 WIB

Warta SIRNOBOYO | Rabu, 17 Oktober 2018. Bencana gempa bumi memang bisa terjadi kapan saja. Tidak mengenal waktu. Tidak memilih tempat. Tidak pula ada yang tahu kapan itu akan terjadi. Inilah gempa bumi.  

Gempa yang berkekuatan besar, biasanya akan diikuti oleh tsunami. Yakni, naiknya air laut ke daratan. Gelombang air yang sangat besar ini bergerak sangat cepat. Tsunami tidak kelihatan saat masih berada jauh di tengah lautan, namun begitu mencapai wilayah dangkal, gelombangnya semakin membesar. 

Sebagai wilayah yang berdampak tsunami, Pemdes Sirnoboyo senantiasa mengedukasi warganya akan bahaya ini. Di beberapa sudut jalan, masih ada papan petunjuk arah jalur evakuasi.

Baru-baru ini, Pemkab Pacitan melalui Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) mrilis peta jalur evakuasi tsunami. Dalam peta tersebut, wilayah Sirnoboyo terbagi menjadi dua zona. Zona merah dan zona orange. Merah berarti masuk ke dalam zona awal. Sedangkan orange, diartikan wilayah tersebut masuk ke dalam zona siaga. 

Zona awas meliputi sebagian Dusun Mendole dan Dusun Krajan. Sementara itu, wilayah Dusun Suruhan dan Ngemplak, masuk ke dalam zona siaga.

Berdasarkan peta tersebut, jalur evakuasi yang harus ditempuh oleh warga Sirnoboyo jika terjadi tsunami ada empat lokasi. Titik tersebut adalah Sedayu, Jatirogo, Gunung Pegat, dan Mentoro. 

Tidak ada yang mengharapkan adanya bencana tsunami. Namun, peta jalur evakuasi ini menjadi sangat penting untuk antisipasi. Menyelamatkan diri, keluarga, dan tetangga.

 

 

Komentar atas Peta Jalur Evakuasi, Cara Awal Antisipasi Resiko Tsunami

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Lokasi Sirnoboyo

tampilkan dalam peta lebih besar